Selama sepupuh tahun terakhir, terjadi disrupsi teknologi dalam dunia bisnis. Dulu, untuk mengiklankan sebuah produk, orang harus mengeluarkan banyak uang untuk mencetak selebaran, pamflet atau baliho. Sekarang, teknologi informasi merubah segalanya dan mengambil alih cara lama dan konvensional dalam pemasaran produk.

Hanya dengan bermodal smartphone, seorang ibu rumah tangga bisa membuka katering online. Hanya dengan bermodal komputer dan internet, seorang mahasiswa bisa meraup untung puluhan juta rupiah dalam sebulan. Teknologi informasi telah membongkar hambatan utama dalam dunia bisnis : operational cost yang tinggi. Siapapun bisa memulai usaha, tanpa harus membangun kantor, tanpa harus mencetak pamflet, tanpa harus menyewa baliho. Sekarang kita telah memasuki era Revolusi Industri Keempat, dimana batasan-batasan ruang dan waktu hampir tak ada lagi. Semuanya kini telah terhubung oleh teknologi informasi.

Kecanggihan teknologi informasi di satu sisi tampak mempermudah segala urusan, tapi di sisi lain, bagi Anda yang merasa gagap teknologi, mungkin justru memunculkan rasa ragu, bingung atau bahkan takut menghadapi disrupsi teknologi informasi saat ini. Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana saya harus beradaptasi? Dan seterusnya.

Kali ini kami ingin membagikan kiat-kiat bagaimana menghadapi disrupsi teknologi informasi, khususnya bagi Anda yang akan atau sedang memulai sebuah bisnis mandiri.

1. Media Sosial

Media sosial bisa dikatakan merupakan penemuan terbesar abad 21 dalam teknologi informasi. Melalui media sosial, Anda yang tinggal di sebuah pelosok daerah di Indonesia, bisa terhubung dengan mudah dengan seorang calon pembeli dari negara Eropa. Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah membuat akun media sosial untuk memasarkan produk-produk Anda. Media sosial adalah platform paling sederhana untuk memasarkarkan produk-produk Anda secara online. Untuk saat ini, platform media sosial paling populer untuk memasarkan produk adalah Facebook, Instagram dan Twitter.

2. Marketplace (Situs Jual Beli Online)

Media sosial hanya bisa menjadi galeri untuk produk yang kita jual, tapi belum bisa memenuhi fungsi transaksi secara otomatis. Setelah memiliki akun media sosial, tempat kedua yang wajib Anda miliki adalah situs jual beli online. Sebisa mungkin buatlah akun di semua situs jual beli online populer, mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan seterusnya.

Melalui marketplace, Anda tidak hanya bisa menampilkan produk, tapi juga bisa menjual dan bertransaksi secara otomatis. Pembeli bisa langsung memesan produk Anda secara online dan melakukan pembayaran, sisanya akan ditangani oleh marketplace. Tugas Anda hanya memastikan produk dikemas dengan baik supaya sampai kepada konsumen dalam kondisi yang sesuai dengan deskripsi.

3. Membeli Domain

Secara sederhana, nama domain adalah alamat dalam bentuk kata yang bisa diakses secara online dari seluruh dunia, untuk menuju sebuah halaman internet. Benefit utama dari memiliki domain untuk bisnis adalah branding. Dengan memiliki domain, para calon pembeli akan menganggap bisnis Anda merupakan bisnis yang profesional –dan bukan sekedar usaha sampingan untuk menambah pendapatan.

Dalam era disrupsi teknologi informasi sekarang ini, peran domain selayaknya kartu identitas untuk brand yang sedang Anda rintis. Orang akan lebih mudah mengenali brand Anda dan dampaknya tentu akan meningkatkan potensi penjualan produk. Apabila Anda belum memiliki website sendiri, domain yang Anda beli bisa diarahkan ke halaman instagram, facebook page, maupun diarahkan ke blog sederhana dari platform free blogging seperti Blogspot.

4. Membuat Website Toko Online Sendiri

Ketika omset penjualan bisnis Anda sudah semakin membesar, dan Anda sudah mulai kewalahan meng-handle jumlah pembeli yang masuk secara manual, maka pada titik itulah Anda harus membuat website toko online sendiri. Untuk membuat website toko online, Anda memerlukan hosting dan domain.

Dengan website toko online, Anda bisa lebih leluasa dan lebih profesional dalam memajang, mengklasifikasi dan memasarkan produk Anda secara online. Dengan situs jual beli online juga, Anda bisa menerapkan sistem pembayaran otomatis melalui online banking maupun platform payment gateway (midtrans, paypal, indomart, alfamart, dan lain-lain). Apabila Anda tidak memiliki skill atau pengalaman untuk membangun sebuah website toko online sendiri, Anda bisa memakai jasa pembuatan website.

Demikian kiat-kiat jitu yang bisa Anda terapkan untuk menghadapi era disrupsi teknologi informasi dalam dunia bisnis. Semoga artikel ini bisa memberikan Anda wawasan, yang akan membantu Anda dalam memulai dan atau mengembangkan bisnis yang sedang Anda rintis.

Terus ikuti update terbaru dari 9bako di social media dan website untuk mendapatkan info dan promo terbaru. Salam sukses.